Bintek Mandor Tingkatkan Wawasan Teknis Fasilitator

Dandim 1628/Sumbawa Barat, Letkol Eddy Oswaronto berharap kepada puluhan fasilitator dari unsur TNI Polri dan Sipil yang mengikuti Bimbingan Teknis mandor konstruksi rumah tahan gempa dapat memanfaatkan kesempatan untuk menyerap ilmu dari instruktur. Harapan tersebut diungkapkan Dandim 1628 saat menghadiri kegiatan yang diadakan oleh Balai Jasa Konstruksi wilayah IV Surabaya Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU PR), Kamis (15/8/2019).

Dandim menilai kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para fasilitator, karena dapat memberikan wawasan terkait pembangunan konstruksi rumah tahan gempa. “Ini sangat bermanfaat sehingga rumah yang akan dibangun nanti benar-benar sesuai dengan spesifikasi teknis yang dikeluarkan oleh Kementerian PU PR,” kata Dandim.

Bintek yang diikuti oleh 132 fasilitator dari unsur sipil dan 52 orang dari TNI tersebut, kata Dandim, diharapkan akan meningkatkan pemahaman secara teknis mengenai rumah tahan gempa yang bermuara pada peningkatan kinerja para fasilitator tersebut.

“Ini modal bagi para fasilitator sehingga betul-betul dapat mengawasi dan mengaksestensi semua kegiatan dan proses pembangunan rumah tahan gempa,” tutur Dandim.

Baca Juga : jelajah-nusa-tenggara-dengan-semangat-45-bersama-moxa-x-bali/

Kepada rumah terdampak gempa yang belum direhabilitasi dan direkonstruksi , tambah Dandim, akan segera diselesaikan tinggal menunggu transfer dana dari Kementerian Keuangan ke Pemda KSB. Para fasilitator khususnya dari TNI akan terus membantu masyarakat menuntaskan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Sementara itu Staf Bina Konstruksi Kementerian PU PR Provinsi Nusa Tenggara Barat, Iin Septianingsih mengatakan, bintek tersebut untuk mensertifikasi tenaga trampil khususnya mandor konstruksi bangunan seperti yang diamanatkan dalam Undang-undang jasa konstruksi nomor 2 tahun 2017 tentang sertifikasi tenaga kerja konstruksi.

“Kabupaten/kota wajib dan harus segera mensertifikasi tenaga konstruksi karena ini adalah salah satu amanat undang-undang yang harus kita ikuti,” katanya.

Iin mengucapkan terimakasih kepada pemda KSB yang telah membantu terlaksananya kegiatan tersebut, demikian juga dengan Kodim 1628/Sumbawa Barat yang telah mensuport jalannya kegiatan tersebut. Bintek tersebut dilaksanakan selama tiga hari, dari tanggal 13 sampai 15 Agustus 2019 diakhiri dengan asesmen kepada para peserta dan pemberian sertifikat kompetensi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *