Bantuan Sampan Untuk Kelompok Nelayan

Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa Barat (Kanlut KSB) memastikan bahwa tahun anggaran 2019 ini, tidak ada bantuan personal untuk para nelayan. Namun bantuan tersebut akan diarahkan ke nelayanan kelompok.



Hal itu dilontarkan oleh Sekretaris Dinas, Zainal Arifin yang diwawancarai media ini pada, Jum,at (14/6). “Tahun ini pengadaan sampan sebanyak delapan unit saja dengan sumber anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk kelompok nelayan,” katanya.

Berdasarkan catatan mengenai jumlah nelayan di KSB sebanyak 2019 orang. Tinggal 165 orang nelayan yang belum tersentuh bantuan dan telah di usulkan dalam Rencana Kebutuhan Anggaran (RKA) 2020 mendatang sebanyak Rp 4 milyar untuk diattensi.

Alokasi rendah lantaran disesuaikan dengan kekuatan keuangan daerah,” ungkapnya lagi.



Ia mengatakan sedikit demi sedikit kami akan lengkapi sarana nelayan. Membekali mereka dengan armada mumpuni dengan harapan mampu mendongkrang dan memperbaiki ekonomi keluarga dengan melimpahnya hasil tangkapan,” ujarnya.



Untuk diketahui, tahun anggaran 2017, Diskanlut gebrak Kementrian Kelautan dan Perikanan RI dengan ‘Armada semut’. Betapa tidak, Pemkab Sumbawa Barat memberdayakan nelayan dengan sarana tangkap lengkap. Yaitu Sampan fiberglass + mesin untuk 349 orang nelayan. Sampan laut fiberglass untuk 84 orang. Sampan lebo fiberglass untuk 382 orang. Motorisasi mesin ketinting kekuatan 6,5 PK sebanyak untuk 128 orang. Sampan fiberglass + mesin + AT + ABPI sebanyak 28 untuk kelompok hingga sarana tangkap lainnya.

“Tahun 2018 lalu, kami juga mencetak 100 unit sampan fiberglass bantuan personal nelayan disertai sarana tangkap lainnya,” ujar Arifin.



Ia menambahkan, nelayan yang mendapat bantuan dari pemerintah itu merupakan nelayan yang sarananya tidak lengkap sehingga di usulan dari steakholder setempat untuk mendapat bantuan pemerintah.



“Diskanlut mendorong nelayan mengeksplor kekayaan potensi bahari dengan cara ramah lingkungan menggunakan sarana yang telah diberikan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *