Kartu Bariri Nelayan Entaskan Kemiskinan di Sumbawa Barat

Sumbawa Barat, – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dalam mengentaskan nelayan dari kemiskinan bukan hanya “cemo’oh” semata, prihal tersebut terbukti dengan adanya kartu bariri nelayan dapat meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat pesisir pantai di tanah pariri lema bariri ini.

Oleh karena itu, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sumbawa Barat telah menjalankan langkah Pemerintah yang menerbitkan Kartu Bariri nelayan sehingga dapat mengatasi kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi nelayan di Sumbawa Barat.

“Kartu Bariri Nelayan merupakan bantuan langsung berupa permodalan usaha tanpa bunga, bantuan alat tangkap ikan untuk nelayan, dan lain sebagainya,” Ungkap Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan KSB, Ir. H. Mansyur Sofyan, Diruangannya kepada media, Jum’at siang (11/10).

Baca Juga : sikapi-bahaya-narkoba-dengan-kerjasama/

Sejak diterbitkannya kartu bariri nelayan oleh pemerintah daerah sejak tiga tahun terakhir ini (2017) memberikan dampak yang sangat signifikan pada hasil tangkapan para nelayan, kendati demikian dikarenakan kebutuhan mendasar  untuk melaut telah terpenuhi, seperti perahu yang memadai, mesin memadai, jaring tangkapan ikan memadai, dan alat pancing yang memadai.

“Program kartu Bariri Nelayan yang diterbitkan Pemkab ini sangat membantu para nelayan untuk meningkatkan hasil tangkapan yang berimbas pada peningkatan ekonomi dan kesejahtetaan nelayan,” ujar orang yang menjadi nomor 1 di Dinas Perikanan dan Kelautan tersebut.

Baca Juga : ketua-dprd-ntb-bersama-lalu-ahmad-ismail-temuai-massa-saat-aksi-di-depan-gedung-dprd-ntb/

Secara garis besar, Ir. H. Mansyur Sofyan melanjutkan, program yang dilaksanakan sejak tiga tahun terakhir ini hampir mencapai target penerimaan bantuan terhadap nelayan, dan tidak bisa dipungkiri ada sebagian kecil nelayan yang belum terjangkau bantuan ini dikarena suatu kendala.

“Bagi nelayan yang belum mendapatkan bantuan kartu bariri nelayan ini akan terrealisasi pada awal tahun 2020 mendatang,”harap Mansyur nama yang akrab disapa

Mansur mengatakan, langkah yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat ini juga dilaksanakan agar para nelayan ataupun masyarakat yang menerima bantuan dapat memberdayakan proses menabung dan mengajarkan untuk menabung.

“Penerima bantuan kartu bariri nelayan ini sama dengan kartu bariri lainnya yang mengharuskan penerima bantuan untuk menabung 10% dari nilai bantuan yang diterima, dan uang yang ditabungpun untuk nelayan itu sendiri. Tetapi tabungan hanya bisa diambil setelah saldo sudah mencapai 150% dari nilai bantuan yang diterima,”ujarnya

Tahun depan (2020), Lanjutnya, Dinas Kelautan dan Perikanan KSB akan melakukan evaluasi kinerja terhadap program kartu bariri ini yang telah dijalankan tiga tahun berjalan sejak 2017 hingga 2019.

Disinggung terkait jumlah anggaran yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat terhadap para nelayan, Kepala Dinas yang berpostur tubuh tinggi, besar, dan kekar tersebut mengatakan Perlu dilakukan pengecekan dan penotalan lebih lanjut. (LensaNTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *