Kesan Mendalam Pada Khotaman dan Imtihan Al-Quran Daarul Istiqomah.

Sumbawa Barat. PublikOnline – Pada agenda Khotaman dan Imtihan Al-Quran yang dilaksanakan oleh Taman Pendidikan Al-Quran Daarul Istiqomah kepada 24 orang Santri terbaik di lapangan Desa Beru kecamatan Brangrea, Kabupaten Sumbawa Barat, memiliki kesan yang sangat dalam. Para wali santri merasa bangga dan bahagia saat anak-anaknya menerima Ijazah kelulusan yang menandakan pendidikan dasar Al-Quran telah selesai.

Salah satunya adalah ayah dari Santri M. Rafit Fahrian dari desa Desa Beru kecamatan Brang Rea yaitu Marlin Putrawansyah. Ia terlihat terharu dan meneteskan air mata saat dirinya bersama sang anak menerima Ijazah kelulusan yang diserahkan oleh ketua TPQ, Sidik Darmono.

Ketua TPQ Daarul Istiqomah, Sidik Darmono (kiri) menyerahkan Ijazah kepada Salah satu Santri Ahmad Yazid Damiri, Minggu (27/10/2109)

Marlin mengaku merasa bangga sekaligus terharu karena M. Rafit telah mencapai khotaman AL-Quran setelah perjuangan panjang. “Saya merasa bangga dengan yang dicapai anak saya, selama kurang lebih dua tahun belajar Al-Quran dan akhirnya berhasil mendapat Ijazah khotaman Al-Quran.” Kata Marlin.

Baca Juga : puluhan-santri-tpq-daarul-istiqomah-berhasil-menyelesaikan-pendidikan-dasar-al-quran/

Menurut Marlin, perjuangan M. Rafit terus belajar dan berjuang sangat dirasakannya karena Sang anak bahkan tidak memiliki waktu yang banyak untuk bermain. “Alhamdulillah walaupun waktu bermainnya sedikit tetapi membaca dan belajar Al-Quran itu lebih penting dari pada segalanya,” katanya.

Santri paling muda, Nadirah Luthfiyah Wijaya Binti Erwin Wijaya asal Desa Tepas menjawab pertanyaan dari tamu yang hadir.

 Selain rasa haru dan bangga yang dirasakan Marlin dan beberapa wali santri lain. Di antara 24 santri yang di-Khotam TPQ tersebut, ada satu Santri termuda yang membanggakan orang tuanya. Ia adalah Nadirah Luthfiyah Wijaya Binti Erwin Wijaya asal Desa Tepas. Dalam usianya yang baru delapan tahun itu, Nadira berhasil menyelesaikan pendidikan dasar Al-Quran di TPQ Daarul Istiqomah.

Bukan saja itu, Nadira juga berhasil menjawab beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh tamu dan wali santri untuk pertama kali pada sesi Imtihan atau Tanya jawab yang dipandu oleh ustad Toni Antoni tersebut.

Salah seorang santri menerima hadiah Santri terbaik TPQ Daarul Istiqomah, Minggu (27/10/2019).

Dalam Imtihan terbuka, para santri terlebih dahulu membaca materi wirid dengan hafalan yang dibacakan secara klasik atau bersama-sama, serta membaca dan menguraikan lembar peraga bacaan Gharib. Bacaan Gharib merupakan bacaan yang tidak biasa di dalam Al-Quran karena samar, baik dari segi huruf, lafadz, maupun makna nya.

Baca Juga : spektakuler-gebyar-hut-ke-74-tni-di-lapangan-sangkareang/

Kemudian para tamu dan wali santri yang hadir dipersilakan memilih ayat pada alat peraga yang ditampilkan dan para santri akan menguraikan Ghorib dan Tajwid dari beberapa pertanyaan para tamu. Beberapa pertanyaa yang dilontarkan para tamu berhasil dijawab dengan baik oleh para santri.

Santri paling muda, Nadirah Luthfiyah Wijaya Binti Erwin Wijaya asal Desa Tepas menerima hadiah.

Salah seorang wali Santri, Ahyar Rosidi mengucapkan terimakasih kepada ketua TPQ Daarul Istiqomah dan para guru yang mengajar. Ahyar mengatakan ini sangat luar biasa, bahkan dirinya sebagai orang tua belum tentu mampu melakukan seperti apa yang dilakukan oleh para santri tersebut.

“Ini adalah dasar untuk bisa memahami alquran. Pencapaian ini tidak dengan instan, melainkan dengan perjuangan panjang para santri dan guru pengajar. Melalui kesempatan ini saya mengucapkan terimakasih yang tak terhingga,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *