Beijing Pakai Vaksin Anti HIV/AIDS untuk Obati Pasien Virus Corona

Jakarta, – Pemerintah Kota Beijing, Tiongkok, mengumumkan beberapa rumah sakit di kota tersebut, memberikan pasien yang terinfeksi virus Corona dengan pengobatan yang biasa digunakan untuk mengobati HIV/AIDS.

South China Morning Post melansir, Minggu (26/1), perawatan dengan menggunakan obat bagi penderita HIV ini merupakan bagian dari upaya untuk menghentikan penyebaran virus mematikan itu.

1. Obat HIV/AIDS disebut efektif untuk mengobati pasien virus Corona

Komisi Kesehatan Kota Beijing menyatakan obat anti-AIDS diyakini telah digunakan dan terbukti efektif untuk mengobati virus Corona.

“Komisi Kesehatan Nasional telah merekomendasikan nama-nama yang dikabarkan untuk mengobati virus Corona sebelumnya, dan kami memiliki stok Lopinavir/Ritonavir di Beijing,” kata sumber tersebut.

Sabtu (25/1), Zhong Nanshan, kepala tim ahli yang dibentuk pemerintah Beijing mengatakan obat-obatan untuk mengobati virus Corona di Wuhan tersedia dan kondisinya aman. Meski obat tersebut tersedia, namun menurut Zhong efektivitas pemakaiannya masih diragukan dan perlu pembuktian.

Zhong tidak membeberkan secara rinci obat tersebut. Hal yang paling efektif dilakukan saat ini adalah melakukan deteksi dini dan mengarantina pasien yang terjangkit.

“Hal itu masih merupakan metode pencegahan terbaik. Jika pasien yang terkena segera dikarantina, jumlah pasien bakal menurun,” kata Zhong.

Lima rumah sakit di Beijing gunakan terapi penyembuhan HIV/AIDSMengganasnya virus Corona, membuat tiga rumah sakit di Beijing ditunjuk menangani kasus Koronavirus. Rumah sakit tersebut antara lain Rumah Sakit Ditan Beijing, Rumah Sakit Youan Beijing, dan Pusat Medis No 5 Rumah Sakit Umum PLA.

Lima rumah sakit telah mulai menggunakan terapi menggunakan pengobatan penderita HIV/AIDS, untuk pengobatan bagi pasien yang terinfeksi virus Corona.

Kedua obat tersebut adalah antiretroviral, yang menghambat kemampuan HIV untuk berikatan dengan sel sehat dan reproduksi, serta sering digunakan dalam kombinasi untuk mengobati penyakit.

Sebelumnya, sejumlah dokter melakukan penelitian terhadap 41 kasus virus Corona di Wuhan. Hasil penelitian tersebut diterbitkan dalam jurnal The Lancet edisi Jumat (14/1) yang mencatat “manfaat klinis substansial” dari penggunaan obat dalam pengobatan SARS, epidemi Koronavirus yang melanda Tiongkok pada 2002 dan 2003.

Namun para ahli dari berbagai lembaga penelitian medis di Tiongkok daratan juga mengatakan, tidak ada metode pengobatan yang telah terbukti ampuh untuk mengobati penderita virus Corona.“Tidak ada pengobatan antivirus untuk infeksi Coronavirus yang terbukti efektif,” menurut artikel yang diterbitkan The Lancet.

Dua pasien di Beijing dilaporkan sembuh setelah dirawatPada Sabtu (15/1), sebanyak 51 kasus penderita virus Corona di Wuhan dirawat di Beijing, ibu kota Tiongkok.

Dari jumlah tersebut, dua telah disembuhkan, dan 49 lainnya tetap dirawat di rumah sakit, sementara satu orang dilaporkan mengalami kritis.Kematian yang disebabkan infeksi virus Corona yang menyebar dengan cepat dimulai di Provinsi Hubei, Tiongkok, yang telah merenggut lebih dari 50 nyawa manusia itu.

Sedangkan, penduduk yang terjangkit virus Corona hingga Minggu (27/1) telah melebihi angka 2.000 orang.Virus Corona yang mirip dengan pneumonia ini dilaporkan telah menyebar ke berbagai negara di Asia, Amerika Serikat, Australia, dan Prancis. Setidaknya ada 30 kasus yang ditemukan di negara-negara tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *